↑ Return to Kitabussola

Rukun Sholat

Rukun sholat adalah bagian dari sholat tersebut dan jika ditinggalkan maka batallah sholat tersebut atau batal rekaat dalam sholat. maka rukun-rukun sholat berikut harus dilaksanakan semua dalam setiap sholat kita. ada 14 rukun dalam sholat :

1. Berdiri ketika sholat.
Berdasarkan firman Allah :
وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya : ” Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” (QS Al-Baqoroh : 238)

2. Takbiratul Ihram.
Berdasarkan Sabda Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

ثم استقبل القبلة وكبر

Artinya : “kemudian menghadaplah kekiblat dan takbirlah.”
Yang dimaksud “Takbiratul Ihram” adalah ucapan “Allahu Akbar” ketika memulai sholat. sedangkan mengangkat tangan ketika takbir adalah sunnah.

3. Membaca Al-fatehah.
Berdasarkan sabda Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

Artinya : “Sholat itu tidak sah jika belum membaca al-fatehah.”

4. Rukuk pada setiap rekaat.
Berdasarkan firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu.” (QS Al-Hajj : 77)

5. Bangun dari rukuk.
Berdasarkan sabda Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

صلوا كما رأيتموني أصلي

Artinya : “Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat.”

6. I’tidal.
I’tidal adalah setelah bangun dari rukuk kemudian kembali keposisi berdiri.
Berdasarkan sabda Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

صلوا كما رأيتموني أصلي

Artinya : “Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat.”

7. Sujud.
Berdasarkan firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu.” (QS Al-Hajj : 77)

8. Bangun dari sujud dan duduk diantara dua sujud.
Berdasarkan hadist dari ‘Aisyah :

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا رفع رأسه من السجود ; لم يسجد حتى يستوي قاعدا

Artinya : “Nabi-sholallahu alaihi wasallam- ketika beranjak dari sujudnya, beliau tidak kembali sujud kecuali telah sempurna dalam duduknya.” (HR Muslim)

9. Tuma’ninah dalam setiap gerakan.
Yang dimaksud “tuma’ninah” adalah tenang, melakukan gerakan-gerakan sholat dengan tenang dan tidak mengurangi sedikitpun gerakan-gerakan tersebut dan melakukannya dengan sempurna.

10. Tasyahud akhir.
Berdasarkan sabda Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

صلوا كما رأيتموني أصلي

Artinya : “Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat.”

11. Duduk ketika tsyahud akhir.

12. Sholawat atas Nabi ketika duduk dalam tasyahud akhir.
Lafadz sholawat yang diucapkan ketika tasyahud akhir adalah :

اللهم صل على محمد

“Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad.”
dan jika menambah maka itu adalah sunnah.

13. Tertib dalam semua rukun-rukunnya.
Melakukan rukun-rukun sholat secara berurutan, mulai dari takbir sampai salam sesuai tuntunan Nabi -sholallahu alaihi wasallam- :

صلوا كما رأيتموني أصلي

Artinya : “Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat.”

14. Salam.
Berdasarkan sabda Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam- :

وختامها التسليم

Artinya : “dan penutupnya (sholat) adalah salam.”
salam kekanan adalah termasuk rukun sholat. sedangkan salam kekiri adalah sunnah.

Demikianlah 14 rukun sholat yang harus diketahui setiap muslim. dan ajarilah anak-anak mulai dari dia kecil sehingga dapat mempraktekkannya ketika dewasa.
Allahu a’lam

#Sumber :
Al-Mulakhos Al-fiqhi, karya Syeikh Sholih Fauzan Al-Fauzani.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/02/rukun-rukun-sholat.html#ixzz1XfTMU1PE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>