Oct 16

Belajar Tahsin Quran

Didalam tahapan I ini akan kita memperbaiki kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pembaca Al-Qur’an.Yang mana kesalahan-kesalahan itu meliputi empat hal yang seringkali dilakukan secara berulang-ulang,diantaranya :

1. Kesalahan pada pengucapan Mad Asli, yang sering diucapkan dengan harokat yang tidak tepat.
Contoh: seringkali pada pembacaan kalimat isti’adzah dibaca lurus /tidak diayun ketika menjumpai huruf-huruf Mad.

أ عُوْ ذُ باِ للهِ مِنَ ااشَيْطَا نِ الرّ جِيْم

Perhatikan kalimat ‘thooni’,secara hukum ‘thooni’ harus dibaca 2 harokat,tapi seringkali kita ucapkan melebihi kadar dua harokat.

Oleh karena itu didalam program tahsin pada tahapan pertama ini,kita memperbaiki tanda-tanda panjang,memperbaiki Mad Asli yang seringkali kepanjangan.Dan caranya adalah setiap menemukan tanda panjang maka suara kita diayun supaya tidak kepanjangan.Sebagai latihan bisa sahabat coba pada kalimat isti’adzah dibawah ini:

Silakan diayun pada setiap tanda Mad yg ada didalam kalimat tersebut.Dan jangan membacanya dengan lurus tetapi ikhtiarkan untuk di ayun.

Sekali lagi harap diingat baik-baik,setiap kita membaca Al-Qur’an kemudian ditemukan tanda panjang maka suara kita diayun tidak boleh kepanjangan.
Kecuali kalau setelah tanda-tanda panjang kita menemukan 3 huruf,yaitu :
1. Setelah tanda panjang diikuti oleh huruf hamzah ء
2. Setelah tanda panjang diikuti oleh huruf yang sukun ْ
3. Setelah tanda panjang diikuti oleh huruf yang bertasydid

Contoh :

Tanda panjang yang diikuti oleh huruf Hamzah ,contoh : Qs Al-Kaafirun ayat 1

قل يا أيها الكافرون

Tanda panjang yang diikuti oleh huruf sukun atau disukunkan, contoh : akhir ayat 2 Qs Al-Fatihah

الحمد لله رب العالمين

Tanda panjang diikuti oleh huruf Tasydid, contoh : Qs Al-Haaqqah ayat 1 atau dalam surat Al-Fatihah ayat terakhir dimana huruf ‘dho’ dibaca panjang suaranya tidak diayunkan karena setelah tanda panjang diikuti oleh huruf yang bertasydid.

الحاقة

2.Kesalahan pada pengucapan Ghunnah.
Seringkali ghunnah pengucapannya tergesa-gesa,oleh karena itu cara memperbaikinya yaitu setiap kita menemukan huruf نّ ( nun tasydid ) , مّ (mim taysdid ), نْ (nun mati), tanwin , مْ ب mim mati bertemu dengan ba ,tahan suaranya tidak boleh tergesa-gesa.

Contoh : bisa dipraktekan pada surat Al-Fil dan An-Nas

3.Kesalahan pada pengucapan huruf fathah (vocal A)

Pada point ketiga dari tahapan I adalah kesalahan didalam mengucapkan vocal, yaitu huruf fathah yang sering tidakjelas pengucapan vocal A nya.
Misal :
– a’uudzu sering dibaca eu’uudzu ,huruf a sering dibaca eu
– atau kasroh huruf i dibaca dengan e, seperti kalimat aroaita dibaca aroaeta
– atau kalimat awkashoyyibim sering dibaca aokashoyyibim

Sehingga harap diingat baik-baik point ketiga pada tahapan pertama ini adalah menyempurnakan vocal ketika kita membaca Al-Qur’an. Caranya ketika kita membaca huruf yang berharokat fathah maka ka’idahnya adalah buka mulut kita dengan bukaan yang sempurna. Atau ketika mengucapkan huruf dhomah ( u ) maka kaidahnya adalah dimonyongkan kedua bibir kita dengan monyong yang sempurna.

4.Kesalahan pada pengucapan huruf yang SUKUN.

Diantara kesalahan yang sering terjadi, seringkali ketika seorang membaca huruf sukun terdengar suara pantulan atau yang sering disebut dengan istilah ‘qolqolah’.
Oleh karena itu harap diingat baik-baik setiap menemukan huruf sukun, suara kita harus mengalir dengan lembut tidak boleh mantul, kecuali lima huruf saja yaitu huruf : ب ( ba )
, ج (ja), د (da), ط (tho), ق (qo). Sehingga sering untuk memudahkan mengingat kelima huruf qolqolah ini disingkat menjadi sebuah kalimat yang mudah diingat yaitu ba-ju-di tho-qo.

Demikian tadi tahapan pertama dari kajian Belajar Mudah Tahsin Qur’an bersama Ust.Abu Rabbani, semoga kita semua yang senantiasa mencintai Al-Qur’an dapat dengan mudah memahami dan mengamalkannya.
InsyaAlloh kita akan bahas tahapan-tahapan berikutnya pada artikel kajian tahsin berikutnya.

Older posts «